Jumat, 12 Juni 2020

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

KOPI MANDAILING


Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh :
Fara Salsabila Syafni Lubis
191201087
HUT 2D





PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020



KATA PENGANTAR   

                                          

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini dimaksudkan sebagai syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian mata kuliah Kewirausahaan Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Medan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Kewirausahaan Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan pembelajaran ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi makalah ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Medan,    Juni 2020



Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menurut Eka (2010:12) yang paling mendorong seseorang untuk memasuki karir wirausaha adalah adanya (1) personal attributes dan (2) personal environment. Hasil-hasil penelitian menyebutkan bahwa minat berwirausaha dipengaruhi oleh potensi kepribadian wirausaha dan lingkungan. Kewirausahaan dapat diajarkan melalui pendidikan dan pelatihan. Realita di lapangan, sistem pembelajaran saat ini belum sepenuhnya secara efektif membangun peserta didik memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha.
Saiman (2009) mengatakan bahwa wirausahawan adalah seseorang yang mengembangkan produk baru atau ide baru dan membangun bisnis dengan konsep baru. Dalam hal ini, menuntut sejumlah kreativitas dan sebuah kemampuan untuk melihat pola-pola dan trend-trend yang berlaku untuk menjadi seorang wirausahawan. Namun, masih banyak yang kurang kreatif dan tidak berani mengambil resiko untuk membuka dan mengelola usaha. Kreatif dan keberanian mengambil resiko merupakan kepribadian wirausaha. Beberapa kepribadian wirausaha lainnya seperti percaya diri, berorientasi pada hasil, kepemimpinan, kerja keras, dan masih banyak lagi, akan mendukung terbentuknya sumberdaya manusia yang mampu mengelola usaha.  Wirausahawan yang berhasil, salah satu kuncinya memiliki kepribadian yang unggul. Kepribadian tersebut kadangkala membedakannya dari kebanyakan orang.
Gambaran ideal seorang wirausahawan menurut Alma (2010: 21) adalah orang yang dalam keadaan bagaimanapun daruratnya, tetap mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapi, termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan siapapun. Bahkan dalam keadaan yang biasa (tidak darurat), mampu menjadikan dirinya maju, kaya, berhasil lahir dan bathin.    
Wirausaha di bidang pertanian sifatnya unik dan memerlukan penanganan yang lebih khusus karena produk-produk yang dihasilkan berhubungan dengan prinsip dasar dalam menjalankan bisnis yang dipengaruhi oleh karakteristiknya. Adapun karakteristik usaha di bidang pertanian (Downey & Erickson, 1992), antara lain: (1) keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sektor pertanian yaitu dari produsen dasar, pengirim, perantara, pedagang borongan, pemroses, pengepak, pembuat barang, usaha pergudangan, pengangkutan, lembaga keuangan, pengecer, kongsi, bahan pangan, restoran—daftar ini hampir tidak ada akhirnya; (2) cara pembentukan usaha pertanian di sekeliling pengusaha tani. Para pengusaha tani ini menghasilkan bahan pangan dan sandang yang merupakan bahan baku usaha pertanian; (3) keanekaragaman dalam hal ukuran usaha pertanian, dari perusahaan raksasa sampai yang dikelola oleh satu orang atau satu keluarga; (4) falsafah hidup tradisional yang dianut para pekerja bidang pertanian cenderung membuat usaha pertanian lebih kolot dibanding bisnis lainnya; (5) kenyataan bahwa badan usaha bidang pertanian cenderung berorientasi pada keluarga. 

1.1  Rumusan masalah
  1. Bagaimana profil usaha narasumber?
  2. Apa saja prestasi dari narasumber ?
  3. Apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber dalam menjalankan usaha?
  4. Bagaimana pendekatan kreatif yang dilakukan dalam mengahadapi wabah pandemi Covid-19?  

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar mahasiswa atau pembaca dapat mengetahui bagaimana profil usaha dari narasumber, mengetahui kiat sukses serta teknik yang digunakan narasumber dalam menjalankan usahanya, serta bagaimana inovasi yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah Covid-19 pada saat ini. 

BAB II
ISI

2.1  Profil Usaha Narasumber

Kopi adalah tanaman hutan yang bisa dimanfaatkan tanpa harus merusak habitatnya. Tanaman kopi dapat menampung dan menyerap air dengan baik, masih bisa bertahan di lahan-lahan yang kritis, serta tumbuh dengan baik di kawasan taman nasional batang gadis. Begitulah pandangan kopi dimata beliau, Pak Safruddin Lubis. Beliau sendiri sudah menggeluti usaha kopi 4 tahun lamanya. Dimata beliau, kopi adalah salah satu tanaman multifungsional, baik dari segi ekonomis ataupun manfaatnya, terlebih lagi  kopi sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda dan masih populer sampai sekarang, begitu juga dengan jenis kopi Mandailing.

Nama : Safruddin Lubis

Tempat/Tgl lahir : 7 Juni 1975

Alamat : Desa Hutagodang, Kec.Ulupungkut, Kab.Mandailing Natal, Sumatera Utara


Sekitar 5 tahun yang lalu dalam program TFCA (Lembaga NGO), dari lembaga bersinergi dengan lembaga lingkungan SUMUT untuk melakukan pendampingan terhadap petani-petani desa Mandailing julu melalui beberapa kelompok tani yang didomisili oleh petani kopi. Di awali dengan belajar bersama dalam pembibitan hingga perawatan tanaman kopi. Beliau bersama rekan-rekannya melakukan pembagian bibit kopi dan pembukaan kebun untuk melakukan cocok tanam.
Yang menjadi masalah utamanya adalah masa panen kopi yang bisa dibilang cukup lama, yaitu sekitar 1,8 tahun sampai 2 tahun. Timbul pertanyaan yang kemudian dijadikan gagasan untuk tetap melangsungkan pelatihan kepada para petani, yaitu dengan ditanamnya tanaman tumpang sari seperti cabai dan kentang sebagai peralihan utuk mengisi waktu yang kosong.
Pascapanen, ternyata perbandingan gabah kopi yang dijual dipasaran tidak sesuai perkiraan. Gabah kopi hanya dihargai Rp 18.000 sampai Rp 20.000/kg. Sementara di kafe-kafe sendiri, kopi Mandailing dijual Rp 15.000/gelas yang mengandung kopi sekitar 10 gr. 1 kg bubuk kopi sudah bisa dibagi menjadi 100 gelas banyaknya, dan kalau dikalikan sudah menghasilkan uang sebanyak Rp 1.500.000. Muncul pertanyaan baru, apa upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan tingkat harga kopi?


Setelah berdiskusi akhirnya beliau dan rekan-rekan memutuskan untuk menjual kopi dalam bentuk green bean sampai pada produk kopi bubuk yang dikenal dengan “BANAMON” dan “KOPINTA”. Setelah dibukanya usaha bersama rekan-rekan di koperasi dan KOPINTA, penjualan gabah kadar air 70 % meningkat di kisaran Rp 28.000 sampai Rp 30.000, tetapi karna targetnya berada pada kisaran Rp 38.000 sampai Rp 40.000, yang didalamnya juga terdapat hasil bagi untuk petani yang seharusnya mendapatkan keuntungan yang lebih dari penjualan, maka dari sana ditemukan gagasan baru untuk menciptakan produk kopi yang lebih bersahabat baik dari segi harga dan cita rasa. Dari 2,3 gram gabah basah dengan kadar air 70 % seharga Rp 30.000, yang kalau dijadikan bubuk 1 kg gabah itu sudah bisa dihargai sebesar Rp 75.000, dan setelah dijual lagi kepasaran akan terjadi kenaikan harga juga bagi para petani yang bisa menaikkan harga gabah kopi menjadi Rp 28.000 sampai Rp 32.000.

Tidak hanya sampai disana, produk pengolahan kopi yang dipasarkan pun sudah beraneka macam. Yang awalnya hanya bentuk beans saja, kini sudah diolah dalam bentuk rose bean dan bubuk. Yang dulunya hanya menggunakan proses fullwash dengan gabah yang dikeringkan hingga kadar air 13 %, kemudian disortir lagi sampai kualitas specialty, kini diolah lagi dengan pola proses pengolahan kopi yang berbeda, seperti natural process, wine process, dan beer process, yang tentunya memiliki tingakatan harga yang lebih besar sampai dengan Rp 200.000/kg.



 Tidak hanya dalam bentuk gabah, tetapi juga mengolah kopi dari bentuk biji merah yang dibeli pada para petani dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 11.000/kg. kalau dihitung dengan gabah sama dengan Rp 34.000 sampai Rp 35.000/kg, terjadi lagi kenaikan harga yang dijualkan dengan pengolahan yang berbeda. Begitupun petani, bisa menaikkan harga dalam penjulan biji merahnya.
Selain dalam kemasan 200 gr, KOPINTA juga menyediakan produk dalam bentuk 10 gr ataupun dijual/pcs dan cup dengan berbagai rasa yang berbeda dari pola pengolahan yang beragam, seperti fullwash, semiwash, peaberry, natural process, honey process, dan beer process.

2.2 Uraian Prestasi Narasumber Serta Kiat Sukses

        “Bicara soal prestasi itu relatif, kalau dari aspek pemerintah atau lembaga ya biasa saja, karena target kita bukan itu”, tutur beliau. Beliau mengatakan bahwa 80 % ekonomi keluarganya berpenghasilan dari kopi, dan bagi beliau itu sudah merupakan suatu prestasiyang tak ternilai harganya.


Jangan cepat bosan, serta giat dalam menjalankan pelatihan yang diselenggrakan oleh Pemerintah maupun pihak swasta. “Kopi selalu punya kejutan” begitu kata beliau. Selalu ada ide-ide baru dalam pengembangan dan pengolahan kopi, jadi jangan cepat merasa puas, belajar dan belajar.
2.1  Uraian Teknik dan Pendekatan Kreatif dalam Menghadapi Wabah Covid-19
Dampak dari covid sendiri benar-benar terasa, karena kafe-kafe yang berperan besar untuk pemesanan tidak melakukan pemesanan seperti biasanya, disebabkan adanya social distancing yang mengakibatkan sepi pengunjung, sehingga mereka hanya memasok kopi jauh lebih kecil. Bahkan kafe-kafe yang melakukan pemesanan dari luar negeri sama sekali tidak bisa melakukan distribusi diakibatkan pengiriman yang jauh dan bisa dibilang terhambat. Yang bisa dilakukan hanyalah menunggu situasi kembali normal dengan terpaksa membanting harga untuk distribusi yang masih berjalan. Penjualan bisa dikatakan menurun sebesar 70-80%, yang berdampak juga pada penjualan gabah petani yang terpaksa harus diturunkan. Pada masa pandemik ini, distribusi secara online lebih ditekankan, terlebih lagi karna masih ada peminat dan pembeli yang tetap merespon kebutuhan kopi mereka.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
1.  Pak Sarfruddin Lubis menggeluti usaha kopi sejak 2016.
2. Diawali dalam program TFCA (Lembaga NGO), dari lembaga bersinergi dengan lembaga lingkungan SUMUT untuk melakukan pendampingan terhadap petani-petani desa Mandailing julu Teknik pemasaran produk menggunakan Sistem Online melalui WhatsApp, Instagram dan Website.
3. Inovasi yang dilakukan dalam menghadapi wabah Covid-19 yaitu menurunkan sedikit harga dan menekan distribusi secara online, melalui WhatsApp, Instagram dan Website.
4. Ulet, rajin, telaten, jangan mudah merasa bosan, adalah pegangan dasar yang berperan penting dalam memulai sebuah usaha.

3.2  Saran

Dalam melakukan sebuah usaha, pasti ada konsekuensi dan berbagai macam persoalan yang harus kita hadapi. Tetap bekerja keras, ulet, serius, serta jangan merasa cepat puas dalam melakukan sesuatu, adalah kunci dasar yang berperan penting dalam melakukan wirausaha.



DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. (2010). Kewirausahaan (edisi revisi). Bandung: CV Alfabeta.

Saiman, Leonardus. (2009). Kewirausahaan. Teori, Praktik, dan Kasus-kasus. Jakarta. Salemba Empat.

Sarwono, Sarlito W.. (2011). Psikologi Remaja (edisi revisi). Jakarta: Rajawali Pers

Lambing, Peggy & Kuehl, C.R. (2000). Entrepreneurship (2nd ed). New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Brown, Duane & Brooks, Linda. (1990). Career Counseling Techniques. Boston: Allyn And Bacon.

Mappiare, Andi. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.




31 komentar:

  1. Wah sangat mengedukasi ,terimakasih Dan saya tunggu blog selanjutnya

    BalasHapus
  2. Keren,sangat bermanfaat dang mengedukasi, ditunggu blog selanjutnya yaa:)

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat dalam memberi ilmu utk memperluas gagasan terutama untuk pecinta kopi dan budaya

    BalasHapus
  4. Wahhh sangat mengedukasi saya jadi kepengen beli kopi nyaa

    BalasHapus
  5. Sangat mengedukasi. Ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  6. Sangat bagus untuk dibaca, apalagi tulisannya baik dan rapi
    Good!

    BalasHapus
  7. Wahh sangat menginspirasi,saya tunggu kopinya di Medan

    BalasHapus
  8. Wah liat blog ini saya jadi ingin minum kopi

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat, sangat bermanfaat terkhusus bagi pecinta kopi

    BalasHapus
  10. Jangan lupa ya min, di tunggu Oleh2 kopi nya😂

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat dan memotivasi diri untuk menjadi seorang barista
    Semoga penulis bisa membawa atau berbagi kopi Mandailing nya kepada saya
    Terimakasih

    BalasHapus
  12. Mantap kak, otw minta anak saya untuk kelahiran cucu saya:)

    BalasHapus
  13. cocok bgt buat aku dan doi yg suka ngopi

    BalasHapus
  14. Keren nambah ilmu perkopian

    BalasHapus
  15. Mantap min semoga dia yang selalu aku rindukan dan kopikirin kunjung datang dngn cinta yang sama

    BalasHapus
  16. Sayang bermanfaat sekali. Bisa membuat usaha dengan memanfaat kan hasil bumi daerah sendiri. Bapak Sarfrudin sangat menginspirasi saya pribadi.

    BalasHapus
  17. Wahh... Anak indie nih.. anak senja,,, tapi saya mau nanya keluhan nih min.. kenapa yaa kalo saya kebanyakan minum kopi yang ada malah sesak pengen BAB?

    BalasHapus
  18. Ditunggu kopi smpe medan ya

    BalasHapus
  19. Wah keren, muatan otakku jadi sedikit lebih banyak :)

    BalasHapus
  20. Wah keren bangettt, menambah wawasan bgt

    BalasHapus
  21. Sangat bermanfaat bulu hehe semangat bulu ku hihi ditunggu postingan selanjutnya ya bulu

    BalasHapus
  22. Sangat bermanfaat untuk pengusaha muda 👍

    BalasHapus